بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ini malam adalah malam terakhir dari dua malam pengasingan dan pengosongan pikiranku sebelum aku memfokuskan kembali pada tumpukan kertas yang memenuhi meja belajarku. Yaaa, malam ini masih sama pekatnya, Tapi lebih mending, suara-suara nyamuk yang menggerombol dan menjerit-jerit kini sudah lenyap. Aku duduk diatas lantai, dengan bertumpu pada meja kayuku sambil kudengar muratal kesayanganku. Hari ini hari Jum’at, QS Al-Kahfi bisa menemaniku saat ni.

Aku sudah jauh melela dalam riak hidup sebagaimana kosong-penuhnya malam ini. Kurenungi..kurenungi..kurenungi…betapa cerobohnya aku telah memakan mentah-mentah kenyataan pahit yang membuat nalar dan imanku terluka. Mereka itu!!!, ah, telah mendominasi pikiranku sejauh ini. Berkali-kali ku pertimbangkan masalah ini makin menjadi-jadi, berkali-kali ku gugat kondisi itu, tapi hanya kehampaan yang hadir. Apa maksud ini semua? Aku hanya tidak ingin terjerembab dalam dunia hitam.  Ah ! kamu ini !betapa siksa terus menerus menggempurmu seperti tak ada jeda.

Eh kenalin, namaku Ovi Azyan Salsabila . Ya..Berpikir menerawang tentang coretan ku dulu, aku ingin tampil beda saja ,  menuangkan kalimat-kalimat kecilku disini. Aku suka nulis, tapi sesekali aku tuangkan coretan ku disini. Aku bertapak di kota perjuanganku kini, Jember. Memantapkan hati untuk memulai karya .Melambaikan tangan meninggalkan keluarga kecilku di perumahan sana untuk ilmu setinggi langit. Ya, sekarang memang harus bejalan tegap maju menatap kedepan meraih kilauan cahaya. Disana Impianku..Begitu bangga membuncah melihat rekan-rekan seperjuanganku disini, mereka-mereka memiliki banyak karakter yang luar biasa. Terang ku katakan bahwa aku adalah seorang mahasiswi, tidak perlu lengkap untuk aku terangkan semua, yang jelas kalian nanti tau dengan sendirinya lewat coretanku ini. Dan diatas semua ini aku bersyukur memiliki sepasang malaikat pelindungku, Abi dan umiku yang terus dan terus membentengiku untuk eksis di sosmed. hehe..:D Terima kasih juga untuk situs ini yang telah mengizinkanku untuk masuk dan membiarkanku secara bebas mengulur kalimat hingga menciptakan kata baru yang tak akan kalah serunya.Sedikit sajalah. Dasar cerita sepenuhnya kan didasarkan pada suka duka deretan episode yang aku alami. Aku hanya merekamnya. Karena Nun. Demi pena dan apa yang dituliskannya . 🙂